UAN: Tips Belajar Cepat
Budaya instan semakin merebab, menyebar bak jamur di musim hujan. Tapi ini fakta. Masyarakat kita lebih memilih jalan instan ketimbang harus melewati proses konvensional. Sebagai contoh: pesan, dulu untuk saling memberi pesan (tertulis) kita perlu menggunakan jasa kantor pos. Sekarang, kita tidak perlu repot pergi ke kantor pos untuk sekedar bertukar pesan. Cukup dengan SMS,EMAIL,JEJARING SOSIAL bahkan Instant Messaging.
Mau BERUNTUNG? #1
oleh Feri Kurnawan
Istilah ini masih lekat dalam ingatan saya. Celetukan teman yang ketika itu berbincang dengan saya soal teman kita yang sebenarnya cerdas, tapi nilai ujiannya kalah dari kita berdua. "orang bodoh," kata teman saya ini, "kalah sama orang pinter, tp orang pinter masih kalah sama orang BERUNTUNG." saya tergelitik untuk membahas soal BERUNTUNG ini. Tapi bukan BERUNTUNGnya kita dalam ujian, melainkan BERUNTUNG-BERUNTUNG yang lain yang lebih besar. Anda mau BERUNTUNG? Ya, jadi orang BERUNTUNG, siapa yang tidak mau kan. Tapi sebelumnya, apa sih beruntung itu. Menurut saya, BERUNTUNG itu ketika kesempatan (opportunity) bertemu dengan keputusan yg tepat (right decision).
Kesempatan saja tidak cukup, jika akhirnya kita mengambil keputusan yg salah. Yang ada malah kesempatan yg terbuang sia-sia. Sementara kemampuan mengambil keputusan yg tepat bukanlah anugerah yg dimiliki seseorang dengan serta merta. Melainkan melalui proses pembiasaan diri dalam situasi kritis. Situasi dimana kita dituntut untuk mengambil keputusan yg krusial. Saya bilang pembiasaan. Artinya, tidak sekali-dua kali situasi demikian kita alami, tapi berkali-kali. Sampai titik dimana seolah tidak ada lagi pilihan kecuali yang benar. #sulit kan? ^^
Istilah ini masih lekat dalam ingatan saya. Celetukan teman yang ketika itu berbincang dengan saya soal teman kita yang sebenarnya cerdas, tapi nilai ujiannya kalah dari kita berdua. "orang bodoh," kata teman saya ini, "kalah sama orang pinter, tp orang pinter masih kalah sama orang BERUNTUNG." saya tergelitik untuk membahas soal BERUNTUNG ini. Tapi bukan BERUNTUNGnya kita dalam ujian, melainkan BERUNTUNG-BERUNTUNG yang lain yang lebih besar. Anda mau BERUNTUNG? Ya, jadi orang BERUNTUNG, siapa yang tidak mau kan. Tapi sebelumnya, apa sih beruntung itu. Menurut saya, BERUNTUNG itu ketika kesempatan (opportunity) bertemu dengan keputusan yg tepat (right decision).
Kesempatan saja tidak cukup, jika akhirnya kita mengambil keputusan yg salah. Yang ada malah kesempatan yg terbuang sia-sia. Sementara kemampuan mengambil keputusan yg tepat bukanlah anugerah yg dimiliki seseorang dengan serta merta. Melainkan melalui proses pembiasaan diri dalam situasi kritis. Situasi dimana kita dituntut untuk mengambil keputusan yg krusial. Saya bilang pembiasaan. Artinya, tidak sekali-dua kali situasi demikian kita alami, tapi berkali-kali. Sampai titik dimana seolah tidak ada lagi pilihan kecuali yang benar. #sulit kan? ^^
WANITA ITU MENGAJARIMU BAGAIMANA MENGHIBUR DIRI SEHINGGA ENGKAU SELALU KUAT DAN TEGUH
By Akhmad Arqom
"Engkau harus selalu mengerti bagaimana cara memperlakukan rasa ingin terhiburmu, rasa ingin
senangmu, serta rasa ingin bahagiamu di setiap langkah hidupmu"
Wanita itu berduka. Nadimah Khotul namanya. Suaminya meninggal gugur sebagai syuhada, dalam
sebuah pertempuran melawan penjajah negerinya.
Suaminya telah mengajarinya dengan kekuatan keyakinan, kepasrahan total, serta kesempurnaan
cinta kepada SANG PEMILIK KEHIDUPAN.
#CINTA
dakwatuna.com
Seperti angin membadai…
kau tak melihatnya, tapi merasakannya.
Begitulah cinta, ia ditakdirkan menjadi kata tanpa benda.
Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Demikianlah cinta.
![]() |
kau tak melihatnya, tapi merasakannya.
Begitulah cinta, ia ditakdirkan menjadi kata tanpa benda.
Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Demikianlah cinta.
Sabtu, 30 Maret 2013
Posted by Anonim
#Ketika guru Tahfidz merayu istrinya...
![]() |
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang...
Jumat, 29 Maret 2013
Posted by Anonim
Jangan jadi pencuri
dakwatuna.com - “Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang
mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang
dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak
menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit
(kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)
Assalamu 'alaikum
Segala puji bagi Robb semesta alam, ALLAH swt. yang telah melimpahkan nikmat, rahmat serta hidayahNya pada saya dan anda sekalian. Yang kita sadari maupun tidak telah mempertemukan kita meski tidak bertatap muka,subhanALLAh. semoga pertemuan ini akan mengikat tali silaturahim diantara kita. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah pada uswah hasanah kita Rosululloh saw.
Apa yang anda saksikan saat ini semoga bisa membawa manfaat nantinya.
terimakasih.
Senin, 27 Agustus 2012
Posted by Anonim

