Tampilkan postingan dengan label Al Mu'minun. Tampilkan semua postingan
Mau BERUNTUNG? #1
oleh Feri Kurnawan
Istilah ini masih lekat dalam ingatan saya. Celetukan teman yang ketika itu berbincang dengan saya soal teman kita yang sebenarnya cerdas, tapi nilai ujiannya kalah dari kita berdua. "orang bodoh," kata teman saya ini, "kalah sama orang pinter, tp orang pinter masih kalah sama orang BERUNTUNG." saya tergelitik untuk membahas soal BERUNTUNG ini. Tapi bukan BERUNTUNGnya kita dalam ujian, melainkan BERUNTUNG-BERUNTUNG yang lain yang lebih besar. Anda mau BERUNTUNG? Ya, jadi orang BERUNTUNG, siapa yang tidak mau kan. Tapi sebelumnya, apa sih beruntung itu. Menurut saya, BERUNTUNG itu ketika kesempatan (opportunity) bertemu dengan keputusan yg tepat (right decision).
Kesempatan saja tidak cukup, jika akhirnya kita mengambil keputusan yg salah. Yang ada malah kesempatan yg terbuang sia-sia. Sementara kemampuan mengambil keputusan yg tepat bukanlah anugerah yg dimiliki seseorang dengan serta merta. Melainkan melalui proses pembiasaan diri dalam situasi kritis. Situasi dimana kita dituntut untuk mengambil keputusan yg krusial. Saya bilang pembiasaan. Artinya, tidak sekali-dua kali situasi demikian kita alami, tapi berkali-kali. Sampai titik dimana seolah tidak ada lagi pilihan kecuali yang benar. #sulit kan? ^^
Istilah ini masih lekat dalam ingatan saya. Celetukan teman yang ketika itu berbincang dengan saya soal teman kita yang sebenarnya cerdas, tapi nilai ujiannya kalah dari kita berdua. "orang bodoh," kata teman saya ini, "kalah sama orang pinter, tp orang pinter masih kalah sama orang BERUNTUNG." saya tergelitik untuk membahas soal BERUNTUNG ini. Tapi bukan BERUNTUNGnya kita dalam ujian, melainkan BERUNTUNG-BERUNTUNG yang lain yang lebih besar. Anda mau BERUNTUNG? Ya, jadi orang BERUNTUNG, siapa yang tidak mau kan. Tapi sebelumnya, apa sih beruntung itu. Menurut saya, BERUNTUNG itu ketika kesempatan (opportunity) bertemu dengan keputusan yg tepat (right decision).
Kesempatan saja tidak cukup, jika akhirnya kita mengambil keputusan yg salah. Yang ada malah kesempatan yg terbuang sia-sia. Sementara kemampuan mengambil keputusan yg tepat bukanlah anugerah yg dimiliki seseorang dengan serta merta. Melainkan melalui proses pembiasaan diri dalam situasi kritis. Situasi dimana kita dituntut untuk mengambil keputusan yg krusial. Saya bilang pembiasaan. Artinya, tidak sekali-dua kali situasi demikian kita alami, tapi berkali-kali. Sampai titik dimana seolah tidak ada lagi pilihan kecuali yang benar. #sulit kan? ^^